Miris sekali mendengar pelecehan seksual terjadi pada anak-anak, terlebih anak usia dini. Tak jarang hal ini dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan anak. Dan pelakunya kebanyakan adalah mereka yang sering mengonsumsi pornografi sehingga terdorong untuk melakukannya.

Sebagai orangtua tentu kita geram dan prihatin. Namun bagaimanapun kita perlu terus belajar untuk mencegahnya terjadi pada anak-anak kita di manapun berada. Konsep menutup aurat adalah salah satu cara dalam Islam untuk membentengi para perempuan dari kejahatan. Seperti apa dan bagaimana? Berikut tips untuk mencegah pelecehan seksual sedari dini :

 

  1. Ajarkan Anak tentang Rasa Malu akan Aurat

Malu di sini konteksnya adalah tentang menjaga aurat. Kita dapat menanamkan rasa malu ini pada momen-momen seperti setelah mandi atau buang air. Anak-anak tidak boleh kita biarkan telanjang di depan umum, apalagi berlarian kesana-kemari dalam keadaan  tak berpakaian. Ajak anak dengan mengatakan “Ayo pakai celana, malu kalau auratnya kelihatan” atau “Ayo pakai bajunya, karena Allah perintahkan kita menutup aurat”.

 

  1. Ajarkan Anak tentang Aurat

Meski anak-anak belum wajib menutup aurat, namun kita tetap perlu mengajarkannya sedari dini. Mungkin anak-anak usia dini tidak terlalu paham apa itu aurat. Namun kita bisa langsung menunjukkan bagian tubuh mana yang terkategori sebagai aurat (aurat anak laki-laki adalah dari pusar sampai lutut, dan anak perempuan seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan). Aurat berarti sesuatu yang harus kita tutupi dari pandangan orang lain, oleh sebab itu kita akan merasa malu jika ia terlihat. Selain itu ia juga tidak boleh disentuh kecuali oleh ayah-ibu untuk alasan yang jelas (saat memandikan, ketika sakit dan saat-saat darurat lainnya).

Seusai mandi, kita dapat memakaikan anak pakaian sambil bercerita bahwa badan kita harus ditutup dengan baju/celana, dan bagian yang ditutup adalah badan dan kaki. Jika bepergian atau ada tamu, pakailah jilbab (bagi anak perempuan) atau pakaian yang sopan (bagi anak laki-laki). Jangan lupa, sebagai orangtua, kita sendiri juga harus mencontohkannya.

 

  1. Memakaikan Pakaian Yang Menutup Aurat

Terkadang orangtua senang memakaikan anaknya pakaian yang terbuka di beberapa bagian. Baju-baju tanpa lengan, rok pendek, hot pants, tanktop dan semacamnya, dianggap membuat anak semakin terlihat lucu dan menggemaskan. Tapi ingatkah Ayah dan Bunda, bahwa predator itu juga memburu anak-anak? Membiarkan bagian tubuh anak terbuka sama saja menyuguhkannya sebagai tontonan dan bisa memancing para penjahat itu untuk berbuat tak senonoh pada anak-anak kita. So sebisa mungkin pakaikan anak-anak kita baju yang setidaknya menutupi dada, punggung, lengan sampai paha mereka.

 

  1. Ajarkan Anak Memalingkan Muka Ketika Melihat Aurat Orang Lain

Jika aurat adalah sesuatu yang tak boleh terlihat, maka anak-anak juga perlu diajarkan untuk memalingkan muka saat tak sengaja melihat aurat orang lain. Hal ini merupakan kebiasaan yang perlu dipupuk sejak dini agar di kemudian hari mereka mampu menundukkan pandangan saat melihat aurat orang lain. Kita bisa mengatakan pada anak bahwa Allah memerintahkan kita menundukkan pandangan dan kelak mata kita akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa saja yang dilihatnya. Hal ini juga menumbuhkan kontrol diri anak karena tak setiap saat kita dapat mendampingi anak terus-menerus.

 

Demikian beberapa hal yang bisa kita ajarkan pada anak-anak agar mereka dapat tercegah dari pelecehan seksual. Dengan kembali pada ajaran Islam yang telah sempurna mengatur adab-adab menutup aurat dan menundukkan pandangan, mudah-mudahan anak-anak kita terhindar dari berbagai kejahatan yang mengintainya.

 

***

gambar dari http://www.zumi.co.ke/expensive-hijab-world-really-worth-price-tag/