Mengenali keluarga berencana

Keluarga berencana, program ini tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Sebuah program yang disosialisasikan oleh BKKBN. Program dengan slogan “dua anak lebih baik” ini atau sering disingkat dengan KB adalah sebuah program yang dihadirkan pemerintah untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu artinya adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.

Tujuan sederhananya tentu untuk menekan lonjakan jumlah penduduk Indonesia. Pemerintah berharap dengan program ini lahir anak-anak yang tidak hanya banyak dalam kuantitas tapi juga berkualitas.

Pada masa pemerintahan presiden Jokowi, program keluarga berencana semakin digalakkan. Hal ini terbukti dari pernyataan beliau yaitu “Sekali lagi investasi pada Keluarga Berencana adalah mutlak. Stigma pada perempuan, diskriminasi bahkan kekerasan pada perempuan  juga harus diakhiri.”.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh presiden Jokowi guna menunjang pertumbuhan ekonomi dan menjaga angka kelahiran di tiap daerah termasuk daerah pelosok.

Alasan Hadirnya Program Keluarga Berencana

Alasan utama hadirnya program keluarga berencana adalah ketika terjadinya lonjakan jumlah penduduk Indonesia. Di daerah pelosok yang minim informasi, pendidikan juga ketinggalan secara ekonomi banyak anak menjadi masalah baru bagi mereka. Setiap keluarga memiliki anak banyak hingga satu keluarga 10 anak misalnya, namun disisi lain anak-anak ini tumbuh tanpa perhatian yang baik dari orangtuanya. Mulai dari pola asuh, asupan gizi dan juga pendidikan.

Pemerintah khawatir anak-anak dalam jumlah yang banyak ini tumbuh menjadi anak-anak yang serba kekurangan. Kurang didik oleh orangtuanya lantaran mereka sibuk bekerja memenuhi kebutuhan keluarga, kurang makanan bergizi dan juga kurang pendidikan bahkan sebagian besar dari mereka tidak bisa lulus sekolah dasar. Inilah alasan utama pemerintah menghadirkan program keluarga berencana.

Tujuan dari program keluarga berencana

Tujuan keluarga berencana adalah untuk menanamkan konsep NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera) pada keluarga-keluarga di seluruh pelosok Indonesia. NKKBS adalah salah satu slogan pemerintah yang bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk agar lebih seimbang.

Program KB yang digalakkan oleh pemerintah Indonesia memiliki banyak tujuan (fungsi) yang sangat baik dan berguna bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Tujuan-tujuan dari dilaksanakannya program KB antara lain:

  • Membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan sesuai dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh keluarga tersebut. Perencanaan jumlah anak dan pengaturan jarak kelahiran adalah cara untuk mendapatkan keluarga kecil dan bahagia.
  • Mencanangkan keluarga kecil dengan 2 anak, mencegah terjadinya pernikahan di usia dini serta peningkatan kesejahteraan keluarga Indonesia.
  • Menekan angka kematian ibu dan bayi akibat hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua serta memelihara kesehatan alat reproduksi.
  • Menekan jumlah penduduk serta menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk di Indonesia.

Program ini sangat didukung oleh pemerintah dengan banyaknya kampanye mengenai penggunaan alat kontrasepsi guna menahan laju pertumbuhan penduduk. Sejak dini, murid-murid di sekolah pun sudah diajari pengertian keluarga berencana.

Slogan program keluarga berencana di Indonesia adalah “Ayo ikut KB! 2 anak cukup!”. Slogan tersebut banyak digunakan pada kampanye-kampanye guna menekankan kepentingan KB kepada masyarakat Indonesia.

Asal Mula Keluarga Berencana Di Indonesia

Program keluarga berencana sudah dimulai cukup lama di Indonesia, yakni sejak masa orde baru yaitu tahun 1967. Berikut ini adalah beberapa peristiwa sejarah yang menggambarkan perjalanan program KB di Indonesia:

  • Di bulan Januari tahun 1967 pemerintah mengadakan simposium kontrasepsi di kota Bandung yang diikuti oleh banyak masyarakat melalui media massa.
  • Di bulan Februari 1967, kongres PKBI diadakan untuk pertama kali dan hasil dari kongres ini adalah harapan agar program keluarga berencana segera digalakkan.
  • Di bulan April 1967, Gubernur DKI Jakarta yang berkuasa saat itu, Ali Sadikin, menyelenggarakan program KB untuk pertama kali di Jakarta.
  • Di tanggal 16 Agustus 1967 untuk pertama kalinya pidato mengenai program keluarga berencana dilakukan di depan umum. Selama masa orde lama program keluarga berencana dilarang pemerintah dan dilakukan secara diam-diam. Saat orde baru, KB baru bisa mendapatkan tempat sebagai program resmi yang didukung pemerintah.
  • Bulan Oktober 1968 Lembaga Keluarga Berencana Nasional didirikan sebagai realisasi dari kesungguhan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang mulai tidak terkontrol.

Jenis – Jenis Program Keluarga Berencana

Program Keluarga berencana terbagi menjadi 2 jenis yaitu kontrasepsi sederhana tanpa alat, dan kontrasepsi sederhana dengan alat.

Berikut adalah perinciannya:

Keluarga Berencana Alami (Tanpa Alat)

Senggama Terputus (Pull Out Method)

Metode kontrasepsi ini adalah salah satu yang paling sering digunakan dan juga yang paling tua.

Senggama terputus mewajibkan pria untuk mengetahui betul kapan spermanya akan keluar. Cara ini tidak dianjurkan oleh dokter karena sang pria sering kali tidak mampu mengontrol diri dan gagal mengeluarkan spermanya di luar.

Metode ini dilakukan sama seperti bersenggama biasa, tetapi pada puncak senggama, penis dikeluarkan dari vagina dan sperma dikeluarkan di luar.

Sistem Kalender (Pantang Berkala)

Dengan mengetahui betul masa subur sang istri, maka pasangan dapat mencegah terjadinya kehamilan. Umumnya cara ini digunakan agar istri cepat hamil, tetapi dapat juga digunakan sebaliknya.

Metode kontrasepsi ini menganjurkan agar pasangan tidak bersenggama saat istri sedang dalam masa subur.

Kontrasepsi Sederhana Dengan Alat

Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi yang sangat popular di kalangan masyarakat. Popularitas kondom terus meningkat karena dalam sebuah penelitian di laboratorium membuktikan bahwa kondom sangat efektif dan aman untuk digunakan. Selain itu, kondom juga dapat mencegah berbagai macam penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Kondom adalah sebuah kantung karet tipis tidak berpori dan biasanya berbahan dasar lateks. Alat kontrasepsi ini digunakan untuk menutupi alat kemaluan pria sebelum penetrasi dilakukan.

Selain tidak memiliki efek samping, kondom sangat murah dan mudah untuk didapatkan.

Diafragma

Diafragma adalah kap berbahan dasar lateks yang berbentuk bulat cembung. Sebelum berhubungan seksual, alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam vagina untuk menutupi serviks.

Cara kerja diafragma adalah dengan menahan laju sperma agar tidak dapat mencapai sel telur.

Beberapa jenis kontrasepsi diafragma adalah: coiled wire (coil spring), flat metal band (flat spring), dan arching spring.

Pil Keluarga Berencana (Pil KB)

Pil KB pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960. Pil tersebut adalah obat keluarga berencana yang dapat mencegah kehamilan jika diminum. Pil KB dipercaya dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 99%, yang berarti dari 1000 wanita yang mengkonsumsinya, hanya kurang dari 10 orang yang hamil.

Pil KB adalah solusi metode kontrasepsi efektif yang bersifat sementara.

Cara kerja pil KB adalah dengan menggunakan hormon estrogen dan progestron untuk memicu pengentalan lendir serviks dan membuat dinding rongga rahim tidak siap untuk ovulasi.

Perlu diketahui bahwa pil KB tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui. Penggunaan pil KB harus dihentikan selama kurang lebih 6 bulan sebelum menyusui bayi.

Suntik KB

Suntik KB adalah metode kontrasepsi yang mencegah kehamilan dengan suntikan hormon yang umumnya dilakukan sebulan atau 3 bulan sekali.

Selain memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 99%, suntik kb juga praktis, efektif, dan aman untuk dilakukan.

KB Implan (KB Susuk)

KB implan atau yang biasa disebut alat kontrasepsi bawah kulit adalah metode kontrasepsi dengan menyusupkan sebuah implan kecil di dalam lengan bagian atas.

Bentuknya mirip seperti sebuah tabung kecil dan ukurannya kurang lebih mirip dengan sebatang korek api.

Implan tersebut mengandung hormon progestin yang dikeluarkan sedikit demi sedikit. Setelah dipasang, KB implan dapat mencegah kehamilan selama 3 atau 5 tahun (tergantung jenisnya).

KB implan juga biasa disebut dengan KB susuk karena cara pemasangannya mirip dengan memasang susuk kecantikan.

Vasektomi (Sterilisasi Pria)

Vasektomi adalah operasi kecil pada testis pria yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma. Vasektomi adalah metode kontrasepsi yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan karena bersifat permanen.

Metode sterilisasi ini akan membuat sperma untuk tidak lagi keluar bersamaan dengan air mani pada saat pria ejakulasi.

Tubektomi (Sterilisasi Wanita)

Tubektomi atau ligasi tuba adalah operasi yang memotong dan menutup tuba falopi sehingga menghalangi sperma masuk ke tuba falopi dan membuat sel telur tidak dapat masuk ke dalam rahim.

Metode kontrasepsi ini bersifat permanen dan dapat dilakukan kapan saja setelah persalinan normal ataupun sesar.

Spermisida

Spermisida adalah kontrasepsi yang berguna untuk membunuh sperma sebelum sampai ke uterus (rahim). Spermisida biasanya berbentuk gel, krim, atau tisu dan mudah untuk ditemui di apotek.

Cara menggunakan spermisida adalah dengan memasukkan benda tersebut ke dalam vagina atau mengoleskannya pada bagian atas penis. Spermisida digunakan kurang lebih 10 – 15 menit sebelum melakukan hubungan seksual.

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

AKDR atau yang biasa disebut IUD (Intra Uterine Device) adalah salah satu alat kotrasepsi wanita yang terbaik. AKDR adalah sebuah alat yang terbuat dari plastik atau logam dan dimasukkan ke dalam uterus melalui kanalis servikalis.

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim mencegah pembuahan terjadi dengan mengubah transportasi tuba dalam rahim yang mempengaruhi sperma dan sel telur.

AKDR sangat efektif untuk digunakan dan tidak memberikan efek samping hormonal seperti pil KB atau suntik KB. Ibu menyusui juga dapat menggunakan AKDR karena tidak ada efek samping terhadap kelancaran ataupun kadar asi (air susu ibu).

Penggunaan kontrasepsi ini wajib dilakukan melalui pemeriksaan dokter untuk mengetahui jenis AKDR yang cocok untuk sang wanita.

Dampak Buruk Keluarga Berencana

Di Indonesia terdapat berbagai ragam kontrasepsi yang dianjurkan oleh program KB. Menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom lebih aman dibandingkan menggunakan alat kontrasepsi hormonal.

Nyatanya, di Indonesia masih banyak orang yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil kb, suntik kb, atau kb implan.

Walaupun metode kontrasepsi hormonal terbukti cukup efektif, tetapi metode tersebut mengganggu sistem hormon tubuh dan dapat memberikan efek samping serta dampak negatif bagi penggunanya.

Cara kerja alat kontrasepsi hormonal adalah mencegah kehamilan dengan menghambat indung telur melepaskan sel telur menggunakan kandungan hormon estrogen dan progestin. Selain itu, metode kontrasepsi ini juga akan membuat sperma sulit mencapai sel telur.

Berikut adalah beberapa dampak buruk  keluarga berencana hormonal:

Sakit Kepala dan Rasa Tidak Nyaman Pada Bagian Dada

Sewaktu baru mulai mengkonsumsi pil kb, pengguna biasanya belum terbiasa dengan hormon estrogen dan progestin. Sakit kepala dan nyeri pada payudara akan berkurang setelah tubuh mulai terbiasa dengan alat kontrasepsi tersebut.

Jika sakit berlanjut, coba pertimbangkan untuk mengganti merk pil atau menggunakan alat kontrasepsi lainnya.

Mual

Tubuh yang belum terbiasa dengan pil kb akan sering merasa mual sewaktu mengkonsumsinya. Cara mencegahnya adalah dengan mengkonsumsinya bersamaan dengan makanan.

Berat Badan Meningkat

Beberapa wanita mengatakan bahwa mereka mengalami peningkatan berat badan sewaktu mengkonsumsi pil kb. Efek samping ini cukup jarang terjadi dan biasanya terjadi karena penumpukan cairan pada tubuh.

Umumnya, berat badan akan kembali normal setelah berhenti menggunakan metode kontrasepsi tersebut.

Suasana Hati Tidak Menentu

Alat kontrasepsi hormonal dapat mengganggu hormon pada tubuh. Sama seperti pada saat wanita datang bulan, suasana hati sering berubah secara tiba-tiba.

Jika efek samping terasa mengganggu, Anda dapat beralih ke metode kontrasepsi non-hormonal seperti kondom.

Menurunnya Gairah Seks

Cobalah beralih untuk mengkonsumsi pil dengan hormon androgen. Hormon tersebut tidak akan menurunkan gairah seks pengguna.

Pendarahan di Luar Masa Datang Bulan

Penggunaan pil KB dapat menyebabkan pendarahan tanpa diduga yang terjadi di luar masa haid. Mengkonsumsi pil KB sebaiknya dilakukan pada waktu yang sama setiap harinya, dan hal tersebut dapat mencegah efek samping ini untuk terjadi.

Pandangan Islam Terhadap Keluarga Berencana

“Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kiamat dalam riwayat yang lain : dengan para nabi di hari kiamat)” (HR. Abu Daud)

Rasulullah Saw sendiri telah menegaskan kalau beliau sangat menyukai umat Islam dengan jumlah yang banyak. Bahkan menganjurkan para laki-laki muslim untuk menikahi wanita yang subur, penyayang pada anak-anaknya. Ini artinya dalam konsep Islam tidak ada perintah atau ketentuan untuk membatasi jumlah anak, semisal harus dibatasi jadi dua.

Akan tetapi jika niatnya untuk mengatur jarak kelahiran anak dengan tujuan agar bisa memberikan pengasuhan yang maksimal dan terbaik pada anak tentu tidak masalah. Jika niatnya untuk ini maka pilihlah metode program keluarga berencana yang tidak memutus kesempatan untuk memiliki keturunan seperti menggunakan kondom, menggunakan kalender ataupun senggama terputus.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Baz sebagaimana dikutip dari Almanhaj.or.id memberi penjelasan kalau umat ini butuh jumlah yang banyak untuk berjihad di jalan Allah, untuk melindungi dan menjaga umat ini.

Maka wajib untuk meninggalkan perkara ini (membatasi kelahiran), tidak membolehkannya dan tidak menggunakannya kecuali darurat. Jika dalam keadaan darurat maka tidak mengapa, seperti :

  1. Sang istri tertimpa penyakit di dalam rahimnya, atau anggota badan yang lain, sehingga berbahaya jika hamil, maka tidak mengapa (menggunakan pil-pil tersebut) untuk keperluan ini.
  2. Demikian juga, jika sudah memiliki anak banyak, sedangkan isteri keberatan jika hamil lagi, maka tidak terlarang mengkonsumsi pil-pil tersebut dalam waktu tertentu, seperti setahun atau dua tahun dalam masa menyusui, sehingga ia merasa ringan untuk kembali hamil, sehingga ia bisa mendidik dengan selayaknya.

Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh”.[Fatawa Mar’ah, dikumpulkan oleh Muhammad Al-Musnad, Darul Wathan, cetakan pertama 1412H]

Jadi pada intinya keluarga berencana dengan membatasi jumlah anak hanya boleh dilakukan dalam kondisi darurat saja. Dua anak boleh, tetapi jika memiliki rezeki, kesempatan dan kemampuan untuk lebih kenapa harus dibatasi ? Makin banyak anak, makin banyak rezeki, makin berkah. InsyaAllah