Penyebab istri selingkuh

Istri berselingkuh ? Banyak hal bisa menyebabkan seorang wanita bisa melakukan selingkuh, mengkhianati cinta suaminya dan secara tidak lansung juga mengkhianati hukum Allah Swt. Melakukan hubungan gelap dengan laki-laki lain sementara sudah memiliki suami tentulah sesuatu yang buruk. Setiap wanita menyadari hal ini, bahkan wanita yang melakukan selingkuh pun menyadari kalau yang dilakukannya adalah sebuah kesalah.

Lalu kenapa masih ada wanita yang berselingkuh ? Dan apa saja penyebabnya ? Mari kita coba telusuri satu persatu.

1. Kurangnya ketaatan dan ketakwaan pada Allah Swt

Kurangnya ketaatan dan ketakwaan pada Allah Swt adalah penyebab utama kenapa banyak wanita pada akhirnya memilih berselingkuh, mengkhianati pasangan halalnya. Allah Swt dan Rasulullah sudah memberikan tuntunan yang jelas bagaimana semestinya seorang istri bersikap dan berprilaku sesudah menikah. Jangankan untuk menjalin hubungan dengan laki-laki lain, menerima tamu laki-laki yang bukan mahram saja dilarang. Apabila ketaatan dan ketakwaan pada Allah Swt sudah tumbuh dan mengakar dalam diri seorang wanita tentu ia tidak akan mau mengkhianati pasangan sahnya sendiri, seperti apapun kekurangan suaminya. Sebab ia tau kalau menikah bukan saja perkara hubungannya dengan suaminya saja tetapi juga hubungannya dengan Allah Swt, yang kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat.

2. Faktor ekonomi

Penyebab klasik seorang wanita kecewa pada suaminya sehingga mencari wanita idaman lain adalah masalah ekonomi. Terlebih lagi jika wanita tersebut memiliki gaya hidup wah dan serba mewah sebelum menikah. Sementara suami tidak mampu untuk memenuhi gaya hidup istrinya, akhirnya istri mulai kecewa terhadap suaminya, berkurang rasa hormat terhadap suaminya hingga akhirnya memilih berselingkuh.

3. Suami kurang intim

Selain kebutuhan materi, istri juga membutuhkan nafkah batin dari suaminya. Ia butuh kasih sayang, butuh belaian cinta dan keintiman dari suami. Terkadang karena sibuknya bekerja suami lupa memberikan perhatian pada suaminya, atau memag karena kurangnya pengetahuan bagi sebagian laki-laki memberikan nafkah yang terpenting pada pasangan terbatas materi semata.

4. Cinta masa lalu yang belum selesai

Nah, ini juga menjadi persoalan bagi wanita sebagai penyebab ia mengkhianati suaminya. Cinta masa lalu yang belum selesai. Kata sebagian orang ketika wanita sudah jatuh cinta, maka akan sulit baginya dalam melupakan. Mungkin ada wanita yang sebelum menikah sudah menjalin hubungan cinta dengan seorang laki-laki dalam waktu yang cukup lama, tetapi karena satu dan lain hal kisah cinta mereka kandas ditengah jalan. Wanita harus menerima menikah dengan laki-laki lain yang tidak dicintainya, dan dalam perjalanannya ia belum mampu melupakan cinta masa lalunya. Ia masih menyimpan rasa untuk laki-laki yang dicintainya dulu.

Jika suami tidak tau hal ini atau dia tidak menemukan kebahagiaan dengan suaminya maka wanita seperti ini akan kembali menjalin hubungan secara diam-diam dengan laki-laki yang dulu pernah dicintainya.

Menjaga Rumah Tangga Dari Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah sesuatu yang buruk, ia menjadi racun yang menghancurkan rumah tangga. Maka setiap keluarga mesti sama – sama menyadari akan bahaya ini lalu berusaha untuk saling setia dengan pasangan halalnya. Terkadang dalam satu kondisi ini bukanlah hal yang mudah tetapi jika memiliki pondasi keluarga yang kokoh InsyaAllah permasalahan ini bisa diatasi.

1. Menjadikan Al-quran dan sunnah sebagai standar nilai dalam berumah tangga. 

Kalau dalam membangun hubungan rumah tangga kita selalu menjadikan Al-quran dan sunnah sebagai standar nilai utama InsyaAllah kita akan tetap terjaga untuk selalu berada dalam koridor hukum-hukum Allah Swt. Bagaimana membangun hubungan dengan suami lihat dari Al-quran dan sunnah, bagaimana menangani setiap permasalahan dalam rumah tangga kembali lagi ke Al-quran dan Sunnah.

2. Menyadari kalau pasangan kita pasti memiliki kekurangan

Kita manusia ada kekurangannya, kita menikah dengan manusia juga yang tentunya juga memiliki kekurangan. Maka jangan heran dan tidak perlu kecewa berlebihan saat menemukan kekurangan pada dalam diri pasangan. Bahkan indahnya pernikahan ada ketika kita saling menerima dengan pasangan.